HUBUNGAN PERENCANAAN EKONOMI DAN PERENCANAAN FISIK


Definisi perencanaan ekonomi:

“Pengelolaan sistematis terhadap aset nasional untuk mencapai
tujuan yang ditetapkan”

Walupun demikian tidak pernah bisa membuat rencana sekompkleks fungsi-fungsi sistem ekonomi, bahkan dalam sistem ekonomi sosialis dimana perencanaan ekonomi dilakukan secara njlimet, tetap tidak mampu mendapatkan hasil mendetail pada setiap tingkatan.

Tujuan dari kebijakan perencanaan ekonomi:

1. Equity – keadilan distribusi pendapatan.
2. Stabilitas dari fluktuasi pendapatan nasional dan lapangan kerja.
3. Alokasi sumberdaya yang efisien antara aliran kebutuhan publik dan swasta.
4. Alokasi optimal antara konsumsi dan investasi sesuai dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang diinginkan.

Perencanaan ekonomi digunakan untuk menjelaskan ukuran-ukuran yang memiliki dampak langsung terhadap pemanfaatan sumberdaya ekonomi.

 Gross National Product (GNP)
Pendapatan negara: (ekspor-impor) + (tax – gov. expenditure) + (saving – investasi)
 Income per capita
 Ukuran kemiskinan

Pertumbuhan perencanaan fisik telah meningkatkan peran pemerintah, yang dilakukan melalui pengendalian pembangunan dan kebijakan zoning, terkait dengan kewenangan pemerintah lokal untuk melaksanakan pembangunan dan pembangunan kembali.

Dalam skala besar, perencanaan ekonomi dan fisik berjalan paralel yang dimotivasi kekuatan sosial.
Perencanaan ekonomi dipandang memberikan implikasi terhadap perencanaan fisik, sejauh pertumbuhan GNP dan kebijakan anggaran menjadi penentu utama kebijakan sosial.

Banyak perencana lingkungan dan perencana fisik (dan ekonom tertentu) mempunyai pandangan lain tentang kegagalan perencanaan ekonomi untuk merangsang pertumbuhan yang lebih tinggi. Ada pemahaman bahwa pertumbuhan ekonomi, sebagai ukuran perubahan output nasional, menciptakan social cost terhadap masyarakat secara luas.

Contoh:

 Penambahan jumlah kendaraan bermotor akan menambah kemacetan yang menghasilkan cost yang dikeluarkan setiap pengguna, menambah polusi dan kebisingan.
 Kalau tidak, perluasan jalan yang menyesuaikan dengan peningkatan lalu-lintas akan membebani pengeluaran publik dan biaya konstruksi, yang lebih baik dimanfaatkan untuk keperluan publik yang lain.
 Jalan-jalan baru, juga menciptakan social cost dan dislokasi penggunaan lahan.

Ini adalah beberapa contoh bagaimana pertumbuhan ekonomi memberikan kontribusi terhadap memburuknya kualitas hidup.

Bagaimana respons perencanaan ekonomi terhadap argumen tersebut ?

Kebijakan pertama

Pada dasarnya jika ingin menikmati kenyamanan hidup yang lebih baik; mendapatkan manfaat lebih besar dari barang yang kita miliki, terutama yang menghabiskan atau merusak sumberdaya alam (ecodoomster); maka harus mengeluarkan biaya untuk keperluan tersebut.
Misalnya, kendaraan bermotor harus dipungut biaya karena menimbulkan kemacetan di pusat kota, atau ditarik biaya penggunaan bahan bakar karena akan menimbulkan krisis energi di masa yang akan datang.

Kebijakan kedua

Pencemar diwajibkan membayar biaya akibat pencemaran yang ditimbulkan oleh kegiatan yang dilakukan, seperti purifikasi air dan skema pembersihan udara yang dilakukan industri.

Kebijakan ketiga

Pemerintah melakukan tindakan langsung untuk mencegah munculnya masalah tertentu, sebagai contoh adalah pemupukan dan pembiayaan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan konservasi.

Ketiga kebijakan tersebut membutuhkan kerjasama erat dengan bidang fisik dan engineering serta berbagai teknologi untuk mengidentifikasikan dampak kerusakan fisik dan lingkungannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: